Jelang Mudik Lebaran 2026, Ketapang-Gilimanuk Dihantam Insiden Kebakaran dan Gesekan Antrean

2 hours ago 1

Bali Tribune / TERBAKAR - Insiden kebakaran yang terjadi di KMP Portlink VII di areal Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi pada Rabu (4/3/2026) malam sempat viral di media sosial

balitribune.co.id I Negara - Aktivitas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjelang mudik Lebaran 2026 diwarnai sejumlah insiden. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua kejadian berbeda terjadi di dua pelabuhan utama penghubung Pulau Jawa dan Bali tersebut. Setelah sebuah kapal penyeberangan terbakar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kericuhan terjadi di Pelabuhan Gilimanuk.

Insiden pertama terjadi di Pelabuhan Ketapang pada Rabu malam (11/3/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Portlink VII mengalami kebakaran saat proses pemuatan kendaraan sedang berlangsung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.08 WIB. Api diketahui muncul di area deck penumpang sebelah kanan bagian belakang kapal. Awak kapal yang pertama kali mengetahui kejadian kebakaran langsung melakukan upaya penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) di kapal.

Tim tanggap darurat darat yang berada di pelabuhan juga mengerahkan sistem hydrant air tawar untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.35 WIB atau kurang dari setengah jam. Seluruh penumpang dan muatan kendaraan yang berada di dalam kapal berkapasitas jumbo tersebut berhasil dievakuasi dengan aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk menjaga kelancaran operasional, kendaraan logistik yang diangkut oleh KMP Portlink VII dialihkan ke kapal lain.

Sebanyak 12 unit truk barang dipindahkan ke KMP Jambo untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.  Sementara itu, satu unit truk yang tertinggal mendapat penanganan layanan atau service recovery dari pihak operator.

Meski sempat terjadi insiden kebakaran, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang tetap berlangsung relatif lancar. Selama proses penanganan, arus kendaraan logistik tetap berjalan dan tidak ada antrean yang terjadi lebih dari satu jam di area pelabuhan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale mengapresiasi kesigapan awak kapal dalam menangani kebakaran sehingga kobaran api tidak merembet. memastikan bahwa operasional penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan normal setelah kejadian tersebut. Saat ini, pihak ASDP bersama otoritas pelabuhan masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kapal untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum kapal kembali dioperasikan.

Pihaknya menegaskan keselamatan menjadi prioritas disamping kelancaran penyeberangan. “Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan pengguna jasa sekaligus menjaga kelancaran layanan penyeberangan. ASDP bersama KSOP melakukan pemeriksaan lanjutan secara menyeluruh guna memastikan kapal memenuhi seluruh aspek keselamatan sebelum kembali beroperasi. Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar keselamatan operasional di seluruh layanan penyeberangan,” tandasnya.

Kurang dari 24 jam setelah insiden kebakaran kapal yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi  tersebut, situasi tidak kondusif juga sempat terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Kericuhan pecah pada Kamis pagi (12/3/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Insiden tersebut melibatkan sopir kendaraan travel dengan petugas darat kapal. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan di areal dermaga LCM ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait antrean kendaraan yang giliran akan masuk ke kapal.

Ketegangan bermula ketika terjadi perubahan pola jadwal operasional dermaga MB. Seluruh kapal di Dermaga MB (Movable Bridge) saat itu dalam kondisi tidak beroperasi atau off. Seluruh proses pemuatan kendaraan dialihkan ke Dermaga LCM dan memicu antrean kendaraan di area pelabuhan menjadi lebih padat dari biasanya. Untuk menjaga keseimbangan muatan kapal dan memaksimalkan kapasitas angkut, petugas darat kemudian melakukan pengaturan prioritas kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal.

Kendaraan logistik atau truk didahulukan untuk masuk kapal guna menjaga stabilitas dan keseimbangan muatan. Sementara itu, petugas sebenarnya sudah mengamankan tiket sejumlah kendaraan pribadi dan travel. Artinya, kendaraan-kendaraan tersebut telah dipastikan mendapatkan slot penyeberangan meskipun harus menunggu giliran. Namun, situasi memanas ketika tiga unit kendaraan yang diduga sebagai travel gelap atau travel bodong memaksa untuk masuk mendahului ke dalam antrean pemuatan.

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan adanya insiden tersebut. “Iya betul informasinya. Ada tiga unit kendaraan yang memaksa masuk lebih dulu, dan diindikasikan sebagai travel gelap,” ujarnya. Menurutnya Petugas darat sebenarnya telah berupaya memberikan penjelasan secara persuasif kepada para sopir bahwa kendaraan mereka tetap akan diangkut sesuai giliran. Namun penjelasan tersebut justru tidak diterima oleh para sopir.

Emosi yang memuncak akhirnya memicu adu mulut yang berujung pada gesekan fisik atau perkelahian. Beruntung, kericuhan tersebut tidak berlangsung lama. Petugas keamanan yang berada di lokasi segera turun tangan untuk melerai pertikaian tersebut sehingga situasi dapat kembali terkendali. “Sudah diselesaikan langsung tadi pagi. Ada miskomunikasi antara driver dengan petugas darat kapa. Semua pihak agar lebih bersabar dan tertib agar penyeberangan tetap lancar dan aman,” tandasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan