ITDP Indonesia Ajak Anak-Anak Rancang “Kota Ajaib” Impian

15 hours ago 9

SHNet, Jakarta – Seperti apa kota impian di mata anak-anak? Bukan sekadar dipenuhi gedung tinggi atau wahana bermain, melainkan kota dengan halte yang informatif, jalur aman bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas, bus listrik, udara bersih, hingga transportasi yang mudah diakses semua orang.

Gagasan-gagasan tersebut muncul dalam kegiatan menggambar bertajuk “Kota Ajaib” yang diselenggarakan ITDP Indonesia bersama Komunitas Buibu Baca Buku dengan dukungan Clean Mobility Collective Southeast Asia (CMCSEA) di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Melalui karya mereka, anak-anak justru menampilkan perspektif yang kerap terlewat dalam perencanaan kota. Qiana (8) membayangkan halte dengan papan informasi waktu kedatangan bus dan parkir sepeda. Nakami (9) menggambar jalur khusus pejalan kaki dan penyandang disabilitas netra serta kereta yang melintas di atas air. Sementara Raditya (10) menghadirkan bus listrik, kereta yang terhubung langsung dengan gedung, serta jalanan yang teduh dipenuhi pepohonan.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menilai imajinasi anak-anak tersebut menjadi masukan penting bagi pembangunan ibu kota.

“Anak-anak punya imajinasi tentang bagaimana kota ideal menurut mereka, dan itu perlu menjadi bagian dari perencanaan yang baik. Kesadaran mereka terhadap kualitas udara dan ruang kota justru sangat menarik,” ujarnya.

Menurut Yustinus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini lebih memilih memperkuat infrastruktur yang telah ada daripada membangun dari awal. Salah satunya melalui target pengoperasian 10.000 bus listrik TransJakarta pada 2030, peningkatan aksesibilitas kawasan Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), perbaikan trotoar, hingga penambahan shelter transportasi umum.

Ia menegaskan, pembangunan kota tidak cukup hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga harus memastikan fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan penggunanya, termasuk anak-anak.

Deputi Direktur ITDP Indonesia, Deliani Siregar, mengatakan tema “Kota Ajaib” dipilih karena anak-anak memiliki cara pandang berbeda dalam merasakan ruang kota.

(Ist)

“Kami melihat anak-anak memiliki perhatian yang luar biasa terhadap detail yang sering terlewat oleh orang dewasa. Mereka memandang kota dari tinggi mata sekitar 95 sentimeter, sehingga pengalaman mereka terhadap ruang kota juga berbeda,” katanya.

Sementara itu, Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, Gonggomtua Sitanggang, menilai sistem transportasi publik selama ini lebih banyak dirancang berdasarkan kebutuhan orang dewasa yang bekerja. Padahal, jika kota dibangun ramah bagi anak dan kelompok rentan, seluruh masyarakat akan memperoleh manfaatnya.

Menurutnya, transformasi menuju armada bus listrik menjadi momentum untuk menghadirkan transportasi yang semakin inklusif, misalnya dengan menyediakan ruang khusus bagi stroller, barang bawaan, maupun kebutuhan pengguna berkebutuhan khusus.

Pandangan serupa disampaikan Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Buibu Baca Buku Book Club, Puty Puar. Sebagai ilustrator dan ibu, ia melihat anak-anak menggambar berdasarkan pengalaman nyata yang mereka alami setiap hari, mulai dari penggunaan stroller hingga akses menuju transportasi umum.

“Pengalaman mereka menjadi pengingat bahwa perencanaan kota perlu lebih banyak mendengarkan suara anak dan keluarga,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak sekaligus peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, sebanyak 16 karya terbaik dipamerkan di dalam delapan armada bus listrik TransJakarta Koridor 1 selama satu bulan.

Melalui kegiatan ini, ITDP Indonesia berharap suara anak-anak tidak berhenti sebagai karya seni semata, tetapi dapat menjadi inspirasi dan masukan nyata dalam mewujudkan sistem transportasi Jakarta yang lebih inklusif, ramah lingkungan, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan