Bali Tribune / Sekretaris TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukariasih menyerahkan bantuan di acara Baksos di Banjar Kayu Selem, Desa Songan B, Kintamani, Jumat (17/7/2026)
balitribune.co.id | Bangli – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan HUT IPeKB ke-19, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bersama IPeKB Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Bangli, TP PKK, serta mitra kerja menggelar aksi Bakti Sosial (Baksos) di Banjar Kayu Selem, Desa Songan B, Kintamani, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pendampingan bagi keluarga berisiko stunting serta memberikan perhatian khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia) melalui semangat gotong royong.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukariasih, M.For., MARS, menekankan bahwa program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan gerakan kemanusiaan berkelanjutan.
"Semangat Menyama Braya, Ngayah, dan filosofi Tri Hita Karana adalah kekuatan utama masyarakat Bali dalam memberikan kepedulian nyata bagi keluarga yang membutuhkan. Kami mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga dunia usaha, untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting," ujar dr. Sukariasih.
Dalam aksi ini, disalurkan 160 paket bantuan yang terdiri dari 70 paket nutrisi bagi keluarga berisiko stunting (Program GENTING) dan 90 paket bantuan bagi kelompok lanjut usia (lansia).
Sekretaris TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama generasi berkualitas, sehingga pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak harus menjadi prioritas bersama.
Hingga Juni 2026, implementasi Program GENTING di Kabupaten Bangli telah menunjukkan progres positif dengan menjangkau 444 keluarga dari total target 755 keluarga atau mencapai 58,8 persen.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran ujung tombak lapangan, yakni Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) serta Tim Pendamping Keluarga, yang memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak langsung. Melalui aksi ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendampingan guna mewujudkan generasi Bali yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

















































