
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Asesmen Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Aula Pascasarjana IAIN Kendari, beberapa waktu lalu.
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya RPL sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman belajar sebelumnya yang dikonversi menjadi nilai mata kuliah.
“Program ini begitu akomodatif sehingga kinerja para pengabdi juga dihargai dan dihitung secara normal di dunia akademik. Melalui RPL, semua orang memiliki peluang untuk meraih gelar sarjana, sehingga pemerintah melalui Kemendikbud, Kemenag, dan berbagai pihak terus memberi perhatian serius pada jenjang pendidikan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, IAIN Kendari memiliki 19 program studi yang siap menjalankan RPL. Menurut Rektor, program ini menjadi solusi bagi mereka yang sempat terhenti pendidikannya karena kendala biaya atau alasan lainnya.
“Insya Allah kedepan kita akan melakukan sosialisasi yang lebih masif, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Hilda Ayu Melvi Amalia, M.Sc., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan bagian dari tim pelaksana RPL di lingkungan IAIN Kendari.
“Saat ini telah terdaftar 42 calon mahasiswa RPL yang tersebar di sembilan program studi, dengan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menjadi prodi dengan peminat terbanyak,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa, bimtek menghadirkan dua narasumber, yaitu Hartoto, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar dan Dr. Syawal, M.Si. dari Universitas Mandala Waluya Kendari. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan pemahaman teknis pelaksanaan asesmen RPL agar proses rekognisi pembelajaran berjalan efektif dan akuntabel.
“Dengan pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan asesmen RPL yang akan berlangsung dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang objektif, sehingga rekognisi yang diberikan benar-benar mencerminkan kompetensi peserta didik berdasarkan pengalaman dan pembelajaran yang telah mereka tempuh,” tutupnya.
(rls/win)