Bali Tribune / TERBAKAR - Polisi dan warga memadati gudang dupa di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Marga usai mengalami kebakaran pada Minggu (31/5/2026) sore.
balitribune.co.id I Tabanan - Sebuah gudang penyimpanan dupa di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, ludes dilahap si jago merah pada Minggu (31/5/2026) sore.
Peristiwa tragis ini mengakibatkan pemilik gudang, I Dewa Gede Diksa Asmara, mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp400 juta. Kobaran api pertama kali terdeteksi saat pemilik gudang sedang tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Marga, AKP I Nyoman Sudarma, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut. “Baru diketahui pada Minggu tanggal 31 Mei 2026 sekira pukul 15.00 Wita,” kata Sudarma pada Senin (1/6/2026).
Sebelum api membesar, seorang saksi dilaporkan sempat melakukan persembahyangan di dalam gudang karena bertepatan dengan hari suci bagi umat Hindu. “Kebetulan hari kejadian bertepatan dengan hari purnama. Sementara korban beraktivitas di tegalan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga kuat bahwa penyebab kebakaran berasal dari sisa bara api dupa yang jatuh ke bahan mudah terbakar. “Dugaan sementara, kebakaran dipicu percikan bara dupa yang jatuh diatas kertas pembungkus dupa saat persembahyangan,” terangnya.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap membumbung tinggi dari atap gudang segera beraksi untuk memberikan peringatan darurat. “Ada warga yang memukul kentongan sehingga banyak warga yang berkumpul dan bersama-sama melakukan pemadaman api secara manual,” imbuh Sudarma.
Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian guna melakukan pemadaman intensif agar api tidak merembet ke bangunan lain. Setelah upaya keras dari petugas dan warga sekitar, “Sekitar pukul 17.30 Wita, api berhasil dipadamkan total,” pungkasnya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk melengkapi berkas penyelidikan. Namun, hingga saat ini korban beserta istrinya belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi syok akibat musibah tersebut.

















































