Bali Tribune / ALAT BERAT -Finns mengerahkan alat berat untuk menutup cekungan genangan di Pantai Berawa, Senin (3/8/2026).
balitribune.co.id I Mangupura - Manajemen Finns Beach Club bergerak cepat menangani genangan air di muara drainase Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, yang sempat viral di media sosial. Sejak Senin (3/8/2026) pagi, alat berat diterjunkan untuk meratakan pasir sekaligus menutup cekungan yang menghambat aliran air menuju laut.
Pengerjaan dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Selain meratakan area yang tergerus ombak, tim juga membersihkan saluran drainase agar air kembali mengalir normal. Langkah tersebut dilakukan sebagai penanganan darurat setelah cekungan di bibir pantai menyebabkan air tertahan selama sekitar sepekan.
Karyawan proyek Finns Beach Club, Samsul Arifin, menjelaskan cekungan terbentuk akibat abrasi yang dipicu gelombang tinggi dan hujan deras. Kondisi itu membuat aliran dari saluran drainase tidak dapat langsung bermuara ke laut.
"Perataan dilakukan agar tidak ada lagi cekungan yang menampung air dari drainase. Setelah ombak besar, pasir terkikis dan membentuk lubang yang cukup dalam," ujarnya.
Menurut Samsul, area yang diperbaiki merupakan fasilitas umum. Namun, pihak Finns turun tangan setelah mendapat arahan dari manajemen sebagai bentuk bantuan penanganan darurat. Selain menutup cekungan, saluran drainase juga dibersihkan agar aliran air kembali lancar.
Perbekel Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya, mengatakan genangan yang menjadi sorotan publik bukan hanya dipengaruhi aktivitas satu pelaku usaha, tetapi juga faktor alam. Saat air laut pasang dan surut, terbentuk gundukan pasir di muara yang menghambat aliran drainase sehingga air tertahan dan menimbulkan bau.
"Air yang tertahan berasal dari saluran drainase, termasuk hasil olahan IPAL berbagai usaha dan limbah domestik yang mengalir melalui saluran tersebut. Karena tidak bisa langsung ke laut selama beberapa hari, akhirnya muncul bau," jelasnya.
Kamajaya menegaskan pengerahan alat berat oleh Finns merupakan bentuk dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atas koordinasi dengan pemerintah desa. Menurutnya, kewenangan penanganan infrastruktur tetap berada di pemerintah.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Desa Tibubeneng meminta Pemerintah Kabupaten Badung segera merealisasikan penataan permanen sistem drainase di kawasan Pantai Berawa. Penataan tersebut dinilai penting agar genangan serupa tidak kembali terjadi dan citra kawasan wisata tetap terjaga.
Selain pembenahan drainase, pemerintah desa juga mendorong pengawasan lebih ketat terhadap sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik seluruh pelaku usaha di kawasan tersebut agar pengelolaan limbah berjalan optimal dan tidak memicu persoalan lingkungan di kemudian hari.

















































