Bupati Kembang Minta MPLS di Jembrana Bebas Perploncoan

13 hours ago 6

MPLS

Bali Tribune / MPLS - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung memantau pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Negara, Senin (13/7/2026).

balitribune.co.id I Negara - Tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai pada Senin (13/6/2026). Seluruh siswa baru pada setiap jenjang pendidikan mengawalinya dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pihak sekolah baik tenaga pendidik maupun Pengurus OSIS diingatkan agar pelaksanaan MPLS bebas dari perploncoan. 

Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pelaksanaan MPLS di setiap jenjang pendidikan kini menjadi perhatian serius. Instansi terkait di Jembrana memastikan proses adaptasi bagi siswa baru tersebut berjalan dengan nyaman, dan menyenangkan. Bahkan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung memantau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah. 

Bupati Kembang usai turun langsung ke sekolah untuk meninjau pelaksanaan  (MPLS) pada Senin (13/7/2026) di SDN 3 Dauhwaru dan SMPN 1 Negara menekankan pentingnya peran aktif para guru dalam membimbing siswa baru. Pihaknya meminta pihak sekolah tidak hanya mengenalkan fasilitas internal, tetapi juga lingkungan di sekitar sekolah agar para siswa memiliki pemahaman yang utuh terhadap lingkungan barunya.

Pihaknya berharap seluruh peserta didik usai MPLS bisa benar-benar bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. "Para guru diharapkan memperkenalkan lingkungan sekolah secara detail kepada siswa baru. Tidak hanya lingkungan di dalam sekolah, tetapi juga perkenalkan lingkungan di sekitar sekolah agar anak-anak kita betul-betul mengenali tempat mereka belajar. Termasuk juga mengenal para guru dan pegawai di sekolah satu per satu," ujarnya. 

Bupati Kembang memberikan pesan tegas kepada seluruh jajaran pendidik untuk mengubah paradigma lama masa orientasi sekolah. Ia menginstruksikan agar segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik dihilangkan dari dunia pendidikan. "Saya berharap kepada para guru, ciptakan suasana yang ramah. Tidak seperti dulu yang identik dengan galak, apalagi sampai ada perploncoan. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak kita," tegasnya.

Pihaknya juga memberikan instruksi khusus kepada panitia OSIS agar menjadi pelindung bagi adik kelas mereka. "Ciptakan suasana yang ramah. Tidak ada lagi bullying (perundungan) atau perploncoan, agar adik-adik kita senang bersekolah dan akhirnya cita-cita mereka bisa tercapai," tegasya. Dengan MPLS yang edukatif dan ramah anak, diharapkan mutu pendidikan dapat terus ditingkatkan, dimulai dari kesan pertama yang positif bagi para siswa baru di hari pertama mereka bersekolah.

Selain masukan kepada pihak sekolah terkait pelaksanaan MPLS, Bupati Kembang juga sempat memberikan motivasi besar kepada para siswa baru agar tidak takut untuk menggantungkan mimpi setinggi langit sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah dan semangat dalam mengujudkan cita-cita. ​"Para siswa juga harus bisa bermimpi besar, harus punya cita-cita yang tinggi. Saya berharap dari tempat ini kelak lahir orang-orang yang sukses," tandasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan