Bule Asal Selandia Baru Ditemukan Membusuk di Ubud

8 hours ago 7

Bali Tribune/EVAKUASI - Petugas melakukan evakuasi mayat warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru yang ditemukan meninggal dunia di kamar sebuah guest house di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (8/3/2026).

balitribune.co.id I Gianyar - Leigh Martin Cox (67) seorang warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar Guest House, di Jalan Raya Sri Wedari No.64, Lingkungan Taman Kaja, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (8/3/2026). 

Korban pertama kali ditemukan oleh karyawan guest house, Ni Ketut Ayu Arinandini, sekitar pukul 10.00 WITA saat hendak membersihkan kamar korban. Menurut keterangan saksi, awalnya ia mengetuk pintu kamar korban, namun tidak mendapat respons. Karena merasa curiga, ia kemudian mengintip melalui celah jendela dan hanya melihat bagian kaki korban.

Saat pintu kamar dibuka, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bergerak di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang telah menghitam. Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada pemilik guest house, I Nyoman Sandi, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Kepala Kewilayahan Taman Kaja dan pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Ubud yang dipimpin Pawas AKP I Wayan Sukarta bersama personel piket fungsi tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WITA untuk melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dari Nusa Medical Clinic Ubud untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Hasil pemeriksaan sementara oleh dokter I Komang Wisnu Satria menyatakan korban telah meninggal dunia dengan beberapa tanda kematian seperti tidak adanya denyut nadi, refleks pupil negatif, serta ditemukan lebam dan kaku mayat.

Selain itu, terdapat tanda pembusukan lanjut pada tubuh korban yang menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. “Pada tubuh korban tidak ditemukan luka terbuka maupun tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam atau benda tumpul,” ungkap sumber di lapangan.

Saat olah TKP, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan dan suplemen kesehatan di dalam kamar korban, di antaranya suplemen tulang, vitamin, obat maag, serta suplemen herbal.

Sejumlah barang pribadi korban turut diamankan petugas, seperti tiga unit telepon genggam, dua laptop MacBook, tablet, dompet, paspor, KITAS, kalung emas, serta sebuah perangkat penyimpanan kripto.

Sekitar pukul 13.40 WITA, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penitipan sementara sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga.

Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara korban meninggal akibat henti jantung, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis. Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait riwayat kesehatan korban serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan