"Base Gede" Rasa Prancis di Ubud

14 hours ago 7

balitribune.co.id | Gianyar - Pulau Bali semakin memantapkan posisinya sebagai tujuan wisata gastronomi dengan bertambahnya berbagai kreasi di bidang kuliner. Seperti yang dilakukan salah satu restoran di Ubud Kabupaten Gianyar menyajikan menu makanan tradisional Bali dipadukan dengan teknik memasak ala Barat (Eropa). Restoran ini layak dijadikan sebagai salah satu spot gastronomi dengan interior bambu alami dan pemandangan kehijauan hutan Ubud.

Chef restoran tersebut, I Wayan Suniardana mengatakan, restoran ini mengkreasikan konsep bersantap organik berbalut kemewahan, yang menyeimbangkan standar global dengan semangat lokal.  "Restoran ini menyingkap sebuah pengalaman sensorik, dimana keahlian kuliner khas Prancis dipadukan dengan bahan-bahan asli Bali," katanya beberapa waktu lalu.

Disampaikannya, wisatawan yang datang bisa merasakan sensasi hangat bumbu khas Bali "Base Gede" tradisional dipadukan dengan teknik memasak Prancis yang disebut reduction dan emulsion. Cita rasa kuat hidangan Bali berpadu seimbang dengan kelezatan rasa terinspirasi Paris.

"Setiap hidangan yang saya ciptakan adalah sebuah narasi tentang budaya lokal dan esensi Bali, yang diperkuat dengan sentuhan pengolahan seksama khas Prancis sehingga mampu menyempurnakan setiap rasa,” ujar Chef Suniardana

Ia menuturkan visinya adalah memadukan rempah-rempah Bali dengan elemen teknik memasak Prancis yang mengedepankan kecermatan, keanggunan, dan gastronomi. Di restoran ini wisatawan mendapatkan spot bersantap di Bali yang modern, dimana seni dan kreativitas kuliner terjalin harmonis.

Selain menawarkan hidangan kelas dunia, restoran ini menghadirkan keramahan dan kehangatan legendaris Pulau Bali, menciptakan koneksi emosional dan pengalaman bersantap yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung. "Kami tidak sekadar menyajikan makanan, kami menyalurkan energi. Mulai dari memanen langsung produk dengan tangan dari kebun kami, hingga penyajian di atas piring, semuanya terinspirasi jiwa fine dining Indonesia,” ujar pemilik restoran, Alban Kibarer.

Kata dia, Chef Suniardana dan timnya terlibat langsung dalam pencarian bahan baku berkualitas dan mengunjungi produsen lokal setiap hari untuk mencicipi, menguji, dan berinovasi guna menciptakan kesempurnaan gastronomi. "Ini menggambarkan kisah perkembangan gastronomi yang saling melengkapi," ujarnya.

Tidak hanya di Ubud Kabupaten Gianyar, pelaku usaha kuliner di Seminyak Kabupaten Badung menghadirkan inovasi menarik wisatawan bersantap di kawasan tersebut. Seperti di salah satu restoran yang berada di 'jantung' destinasi wisata Seminyak menghadirkan program Cake Decorating Workshop atau Kelas Menghias Kue. Anak-anak dapat menghabiskan senja yang menyenangkan dengan menciptakan berbagai karya seni yang bisa dimakan sekaligus indah, melalui kreasi buttercream.

Program ini mengukuhkan restoran tersebut sebagai destinasi bersantap yang ramah keluarga dan sesuai untuk berbagai acara, lengkap dengan pemandangan hamparan sawah. Cake Decorating Workshop diyakini akan memuaskan seluruh anggota keluarga, menciptakan pengalaman bersantap di alam luar yang bebas repot bersama si kecil.

Konsep ini membuat restoran tersebut menjadi destinasi bersantap win-win bagi keluarga, dimana anak-anak dapat bermain di area taman dengan jalan setapak nan indah melintasi sawah, area kebun kecil untuk menanam sayuran dan pohon, atau sekadar bersantai di tengah suasana yang menenangkan. Sementara orangtua mereka bersantai menikmati cocktail. Sehingga para keluarga dapat menghabiskan waktu berkualitas dan bersantap bersama, baik sebagai perayaan spesial atau sekadar berlibur santai di akhir pekan, karena waktu makan bersama keluarga adalah momen yang sangat penting.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan