17 Anak Putus Sekolah di Jakbar Sudah Kembali Belajar, Pemprov Bergerak Cepat!

1 week ago 8
Ilustrasi Anak Sedang Belajar (Thinkstock)

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menindaklanjuti laporan adanya 40 anak putus sekolah di wilayah Jakarta Barat. Dari hasil penelusuran, sebanyak 17 anak telah kembali bersekolah setelah sebelumnya masuk dalam daftar laporan serupa dan telah ditindaklanjuti.

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, pada Rabu (20/8/2025). Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap laporan tersebut.

"Setelah ditelusuri, dari 40 anak tersebut ada 17 anak yang laporannya sama dengan pengaduan sebelumnya dan sudah ditindaklanjuti. Mereka sudah kembali bersekolah," ujar Chico.

Hasil verifikasi juga menemukan bahwa:

  • 4 anak ternyata masih aktif sekolah, hanya tidak terdata dalam laporan awal.
  • 1 nama yang dilaporkan adalah nama orang tua, bukan anak.
  • 6 anak berasal dari luar DKI Jakarta.

Sisa 18 anak lainnya, menurut Chico, sudah dicarikan sekolah dan sedang dalam proses pendampingan. Pemprov DKI juga menggandeng camat, lurah, dasawisma, hingga Kanwil Kementerian Agama untuk menyelesaikan kasus ini, terutama karena ada 8 anak yang sebelumnya keluar dari madrasah.

Chico menambahkan, beberapa anak memang memilih tidak melanjutkan sekolah karena ingin membantu orang tua dengan bekerja. Untuk kasus ini, Pemprov akan memberikan pelatihan keterampilan atau kursus kerja, bekerja sama dengan OPD terkait.

“Kami pastikan semua anak mendapat hak pendidikan. Kalau pun tidak kembali ke sekolah, mereka tetap bisa dapat pelatihan agar punya masa depan,” tegasnya. dikutip dari detik.com

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari laporan Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, yang sebelumnya menyampaikan adanya anak putus sekolah saat interupsi di Rapat Paripurna DPRD pada 4 Agustus 2025.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan akan serius menangani temuan ini agar tidak ada anak Jakarta yang kehilangan hak atas pendidikan, terutama karena alasan biaya. Diketahui, sekolah negeri di Jakarta gratis dan terbuka untuk seluruh warga.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan