Urai Kemacetan Bali Selatan, Pembangunan Trem Bandara–Canggu Ditarget Groundbreaking Tahun Ini

18 hours ago 16

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menyambut positif dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengakselerasi pembangunan moda transportasi publik masal berbasis trem. Jalur baru ini disiapkan khusus untuk memecah kepadatan lalu lintas di koridor utama pariwisata dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu.

​Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan, keterlibatan lintas pemerintah hingga PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi respons nyata atas tingginya keluhan masyarakat dan wisatawan terkait kemacetan parah di wilayah Bali Selatan.

​"Laju pertumbuhan kendaraan dengan kapasitas ruas jalan yang ada saat ini sudah tidak sebanding. Pemerintah Pusat mengambil kebijakan untuk mengatasi kemacetan akses dari bandara menuju Canggu dengan membangun jalur baru memanfaatkan trem," ujar Adi Arnawa usai menghadiri sidang di Gedung DPRD Badung, Kamis (3/9/2026).

​Berdasarkan garis waktu (timeline) kerja sama yang dipaparkan jajaran direksi PT KAI, tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek perkeretaapian ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 ini.

​"Groundbreaking-nya berdasarkan timeline dari Direktur KAI dimulai tahun 2026 ini, dan astungkara jika tidak ada halangan, tahun 2028 sudah running (beroperasi)," paparnya.

​Seperti diketahui kepastian pengembangan ini diawali dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Direktur PT KAI Bobby Rasyidin di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa (1/9/2026).

​Proyek sepanjang 13,1 kilometer di bawah inisiatif Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI) ini dibagi menjadi dua tahap pembangunan:

Fase 1A Bandara-Legian, panjang 6,6 km dengan target operasi komersial pada kuartal IV-2028

Fase 1B​, Legian-Seminyak-Canggu memiliki panjang 6,5 km yang ditargetkan rampung pada kuartal I-2031.

​Dari sisi teknis, Direktur PT KAI Bobby Rasyidin sebelummya memaparkan bahwa trem akan memakai sistem jalur tunggal (single track) dengan jalur ganda pada titik persilangan dan stasiun terminus. Jalur dirancang melayang (elevated) di area bandara, sedangkan sisanya berada di permukaan tanah (at-grade).

​Guna menjaga estetika kawasan pesisir, trem bertenaga baterai ini tidak menggunakan kabel udara. Dengan teknologi tersebut, waktu tempuh rute Bandara–Legian diperkirakan hanya 23 menit, sedangkan Bandara–Canggu sekitar 40 menit.

​Gubernur Bali Wayan Koster juga menegaskan pentingnya penanganan kemacetan demi keberlanjutan ekosistem pariwisata, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dan estetika Bali. Ia meminta sosialisasi masif dilakukan kepada para pemilik usaha dan perhotelan di sepanjang koridor agar menyambut trem sebagai peluang ekonomi baru.

​Sementara itu, Adi Arnawa menambahkan bahwa penataan jaringan transportasi ini diharapkan membuat wisatawan kembali nyaman berlibur ke Pantai Kuta. Ke depan, ia juga mendorong pengembangan konektivitas trem hingga ke koridor Nusa Dua–Uluwatu.

​"Jalur ini bukan hanya menjadi solusi mobilitas menuju Canggu, tetapi sekaligus membangkitkan kembali potensi pariwisata kawasan Kuta," pungkasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan