KENDARIPOS. CO. ID -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya angkat bicara setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan soal negosiasi dengan Iran.
Netanyahu menegaskan posisi negaranya dengan penuh keyakinan di tengah ketidakpastian diplomatik yang kian memanas.
Berbicara di parlemen, Netanyahu merespons desakan anggota parlemen Boaz Bismuth yang meminta Israel kembali menggagalkan kesepakatan buruk dengan Iran.
"Kami sedang bekerja membawa Israel ke tempat yang belum pernah dicapai, dan Iran ke tempat yang belum pernah mereka rasakan,” tegas Netanyahu menurut laporan media Israel Channel 14 dikutip dari suara. com, Senin (23/3/2026)
Netanyahu menambahkan dengan nada percaya diri. Ia mengklaim Iran masih di bawah dan kekuatan militer Israel jauh di atas.
Komentar Netanyahu muncul hanya beberapa saat setelah Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 120 jam.
Trump sebelumnya mengklaim telah terjadi pembicaraan yang baik dan produktif untuk mengakhiri konflik. Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.
"Tidak ada pembicaraan antara Teheran dan Washington,” tegas Kementerian Luar Negeri Iran seraya menyebut pernyataan Trump sebagai bagian dari strategi politik dan militer.
Sementara itu, juru bicara keamanan nasional Iran Ebrahim Rezaei menyatakanTrump dan Amerika Serikat kembali mundur. "Ini bukti keberhasilan strategi kami, " ujarnya.
Ketegangan meningkat setelah ultimatum Trump agar Iran membuka Selat Hormuz dalam 48 jam atau menghadapi serangan. Iran merespons dengan ancaman keras terhadap infrastruktur kritis milik AS dan sekutunya. (int)


















































