Kunjungi Denpasar, Menteri LH Puji Pengolahan Sampah Berbasis Sumber di Banjar Adat Saraswati

8 hours ago 5

Bali Tribune KUNJUNGI - Menteri LH RI Hanif Faisol Nurofiq Kunjungi Banjar Saraswati, Desa Kesiman Petilan, Kamis (5/3/2026)

balitribune.co.id | Denpasar - Sistem pengolahan sampah berbasis sumber di lingkungan Banjar Adat Saraswati, Desa Kesiman Petilan, diharapkan bisa menjadi percontohan bagi banjar-banjar lainnya yang ada di Kota Denpasar. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan kunjungan ke Banjar Saraswati, Desa Kesiman Petilan, Kamis (5/3/2026). 

Sebelum meninjau Banjar Saraswati,  Menteri LH RI Hanif Faisol beserta jajaran juga sebelumnya meninjau lokasi TPST Tahura 1 yang berlokasi di sebelah barat TPA Suwung. Di lokasi tersebut Menteri LH Hanif Faisol melihat langsung proses pengolahan sampah organik dan anorganik disana. 

Turut pula mendampingi saat itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Selain itu, tampak pula Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II)  Ida Bagus Alit Adhi Merta, dan Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa.

Menteri LH RI, Hanif Faisol mengatakan, pihaknya mengapresiasi program pemilahan sampah yang telah dijalankan 76 Kepala Keluarga (KK) yang berada di wilayah tersebut. Hal ini lantaran, keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga adalah komponen penting agar sistem dan program pengolahan sampah berjalan optimal.

"Tentu ini langkah baik dan patut dicontoh oleh wilayah Banjar lainnya. Saya lihat rumah warga juga sudah menerapkan pola pengolahan sampah dari sumber ini," ungkapnya. 

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan, Pemerintah Kota Denpasar saat ini secara terus menerus berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat terkait dengan program pemilahan sampah berbasis sumber. 

"Kami dari Pemkot Denpasar juga sangat mengapresiasi semangat warga disini untuk menjalankan program pemilahan berbasis sumber sampah ini," kata Jaya Negara.

Klian Banjar Adat Saraswati, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada menyampaikan, warga Banjar Saraswati sangat konsisten memilah sampah selama dua bulan terakhir. Program ini sendiri berawal dari keinginan pihaknya untuk mengelola sampah secara mandiri dari rumah.

"Kami memberikan composter bag ke semua rumah di banjar secara gratis. Lalu selanjutnya kami beri tantangan, agar sampah organik jangan keluar rumah," tutur Widiada yang juga Koordinator Eling Ring Pertiwi. 

Widiada menerangkan, Eling Ring Pertiwi merupakan komunitas pengelola sampah yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam manajemen sampah pada Denpasar Festival 2025 dan D'Tik Festival 2026.

Lebih lanjut, dia kemudian menjelaskan, sekitar 60-70 persen total sampah rumah tangga merupakan sampah organik yang dapat dikelola di rumah. Sampah bernilai ekonomis disetorkan ke bank sampah, sedangkan residu yang tidak dapat dimanfaatkan, sekitar 3-7 persen, diangkut melalui swakelola sampah desa.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan