Korban Meninggal Bertambah Jadi Dua Orang, Bangkai Kapal KMP Putri Yasmin Hilang di Selat Lombok

13 hours ago 9

Bali Tribune / PENCARIAN - Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban terbakarnya kapal KMP Putri Yasmin di Selat Lombok.

balitribune.co.id I Amlapura - Setelah delapan hari, pelaksanaan operasi SAR pencarian terhadap empat orang korban terbakarnya kapal KMP Putri Yasmin di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026 lalu, akhirnya resmi dihentikan pada 19 Agustus 2026. 

Namun demikian, hingga operasi SAR berakhir setelah diperpanjang selama satu hari, empat orang korban yang dinyatakan hilang atas nama, Yasir Arafat (37) asal Mataram NTB, Selvina Rambu Mayi (28) asal Sumba NTT, I Made Sutarjana (55) asal Denpasar dan Slamet Yulianto (41) asal Denpasar, belum ditemukan.

Dalam musibah terbakarnya kapal KMP Putri Yasmin ini, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 212 orang penumpang. Sementara itu korban meninggal dunia akibat insiden terbakarnya kapal KMP Putri Yasmin ini juga bertambah menjadi dua orang, dimana salah satu korban atas nama Adrian yang sempat dirawat di rumah sakit akhirnya meninggal dunia pada 19 Agustus 2026 sore.

Selain itu, tim SAR juga tidak menemukan posisi bangkai kapal KMP Putri Yasmin yang sebelumnya sempat terlihat di perairan Selat Lombok. Diduga kapal tersebut sudah tenggelam di Selat Lombok. 

Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Muhamad Hariyadi, dalam keterangan Persnya menyampaikan, Selama proses pencarian, tim SAR melibatkan pergerakan masif di tiga Matra, udara, laut dan darat. Sektor perairan disisir secara berjenjang dari Selat Lombok, Bali, hingga memperluas jangkauan ke perairan selatan Pulau Jawa.

Pencarian udara mengerahkan Helikopter Finns SGI Air Bali, serta dukungan pesawat CASSA NC212-200 /U-6215, milik TNI Angkatan Laut hingga penggunaan Drone Thermal. 

“Bahwa seluruh upaya maksimal dan pengoptimalan Alat Utama atau Alut telah dikerahkan di lapangan. Namun empat orang korban dan Kapal KMP Putri Yasmin tidak kami temukan keberadaannya. Dan pada hari kedelapan, Operasi SAR kami nyatakan selesai dan seluruh unsur dan potensi SAR yang terlibat sudah kami kembalikan ke kesatuan dan instansi masing-masing,” tegasnya.

Hariyadi menegaskan bahwa meskipun operasi SAR secara resmi telah ditutup, hal tersebut tidak menutup kemungkinan digelarnya kembali pencarian jika ditemukan bukti atau petunjuk baru.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan