Gegap Gempita Perayaan HUT RI ke-80 di Kenya

1 week ago 18

SHNet, Nairobi-Selaras tema peringatan HUT Republik Indonesia tahun ini: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, partisipasi aktif WNI dan antusiasme Friends of Indonesia di Kenya, menjadikannya sebagai perayaan yang menguatkan semangat persatuan, dan sebagai bagian dari diplomasi sosial budaya Indonesia di luar negeri.

Genap 8 Windu sudah Indonesia meraih kemerdekaan. Semarak peringatan hari kemerdekaan selalu diisi upacara bendera dan perlombaan khas 17 Agustus, di seluruh wilayah Indonesia. Hiasan atribut, umbul-umbul, serta bendera bernuansa merah putih menghiasi berbagai daerah di tanah air. Gambar Garuda Pancasila dan tulisan-tulisan patriotisme menghiasi setiap sudut di berbagai wilayah nusantara.

Namun, gema kemerdekaan Indonesia tidak hanya terasa di dalam negeri. Semangat para WNI yang bermukim di luar negeri pun membuat perayaan HUT RI semakin meriah, meskipun mereka jauh dari tanah air.

Semangat nasionalisme warnai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang diselenggarakan oleh KBRI Nairobi di Kenya. Lebih dari 100 WNI dan sahabat Indonesia di Kenya hadir dalam rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hari, diawali dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih di Kantor KBRI Nairobi. Sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang melaksakan studi magang di KBRI Nairobi juga berperan optimal mengibarkan Sang Merah Putih bersama-sama Paskibra KBRI Nairobi. Acara dilanjutkan dengan Pesta Rakyat yang diisi berbagai lomba yang diikuti oleh diaspora Indonesia dari berbagai wilayah di Kenya, dengan penuh antusias dan kegembiraan.

Mewarnai 80 tahun Kemerdekaan RI, kegiatan juga diisi dengan pemberian potongan nasi tumpeng oleh Dubes RI di Nairobi, T.B.H. Witjaksono Adji, kepada WNI yang telah bermukim puluhan tahun di Nairobi, Pegawai Setempat Terbaik KBRI Nairobi, dan Mayor CPM Farid Gustaviano yang bertindak selaku Komandan Upacara.

“Momentum perayaan HUT RI menjadi refleksi bagi kita semua, khususnya untuk memperkuat rasa persatuan dan semangat kebangsaan di tanah rantau,” kata Dubes RI di Nairobi, T.B.H. Witjaksono Adji. Saat upacara, Dubes Witjaksono Adji mengenakan baju daerah jas beskap hitam dan celana hitam dengan balutan wastra nusantara, serta peci hitam. Dubes Witjaksono Adji juga mengingatkan kembali mengenai pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai luhur bangsa, serta mengajak para WNI untuk terus berkontribusi positif bagi Indonesia dimanapun kita berada.

Tak mau kalah, meskipun kini tinggal di daerah dengan kategori rawan, para WNI di Kenya tetap antusias merayakan hari kemerdekaan. Meskipun jauh dari tanah air, namun WNI di Nairobi tetap merasa seperti di kampung halaman, khususnya setiap tanggal 17 Agustus. WNI yang hadir dalam acara hari kemerdekaan Indonesia selalu tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang ada.

Suster Olga, WNI yang berprofesi sebagai Biarawati Indonesia yang telah tinggal selama lebih dari 27 tahun di daerah terpencil di Kenya mengatakan bahwa selalu ada budaya makan bersama para WNI di setiap hari kemerdekaan. “Biasanya di KBRI ada upacara bendera dulu. Setelah itu, WNI berkumpul dan makan masakan khas nusantara bersama-sama”, ujarnya. “KBRI Nairobi mengadakan perlombaan-perlombaan olah raga dan permainan seru yang membuat peserta dan penonton senang dan bahagia”, tambahnya.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang diselenggarakan oleh KBRI Nairobi di Kenya

Berbagai Lomba

Ketua Panhut RI ke-80 RI di KBRI Nairobi, M. Farhan Faruq, menginformasikan berbagai lomba yang dilaksanakan, yaitu: Tangkis bulu, Voli Sarung, dan Balap Ular Naga. Selain itu, sebelum 17 Agustus 2025 juga telah dilaksanakan pertandingan tenis meja, dart, golf-putting, dan gaple.

Hangatnya kebersamaan tidak lepas dari santapan kuliner nusantara yang menggoda selera—nasi tumpeng lengkap, empal, urap, sambel goreng ati, krupuk, dan es teler, serta jajanan kampung menarik lainnya, mengobati kerinduan masyarakat terhadap kelezatan selera nusantara, sekaligus sebagai bentuk diplomasi kuliner Indonesia di Kenya.

Pada penghujung acara disajikan medley lagu-lagu perjuangan/nasional yang menyatukan seluruh peserta dalam semangat kebersamaan, kegembiraan, sekaligus kecintaan pada tanah air. Sebagai penutup, lagu “Rayuan Pulau Kelapa” menggema penuh semangat, menandai akhir rangkaian Perayaan HUT RI ke-80 di Kenya, yang meriah dan penuh suka cita.

Sebelumnya, KBRI Nairobi telah melaksanakan serangkaian kegiatan bhakti sosial dengan para WNI yang bermukim di kota Mombasa dan Eldoret, yang berjarak ratusan kilometer dari Nairobi. Puncak rangkaian kegiatan tersebut adalah upacara pengibaran bendera merah putih di KBRI Nairobi. Meski jarak yang jauh, serta  medan yang tidak mudah ditempuh, KBRI Nairobi senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan dan perlindungan optimal bagi seluruh WNI di wilayah kerja.

Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kenya tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan bagi WNI di tanah rantau, tetapi juga wujud nyata semangat persatuan dan cinta tanah air yang tak pernah luntur meski jarak memisahkan.

Melalui seluruh tangkaian kegiatan ini, KBRI Nairobi menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan melayani masyarakat Indonesia di Kenya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada sahabat-sahabat Indonesia. Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa, di manapun berada, untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan