SHNet, JAKARTA – Bicara Ciputra Golfpreneur Tournament, tentu tak akan lupa dengan tokoh penting yang sudah mendahului kita sejak 27 November 2019. Ya, Almarhum Ciputra yang terkenal dermawan dan baik hati ini adalah seorang pecinta golf sejati. Warisan yang ditinggalkannya adalah Ciputra Golfpreneur Tournament yang digelar setiap tahun.
Semasa hidupnya, Ciputra memang lebih dikenal sebagai seorang pengusaha properti. Tapi, di balik proyek-proyek raksasa yang dibangunnya, ada sepenggal cinta abadi yang ia simpan bagi golf. Cinta itu yang terus bersemi hingga tumbuh menjadi komitmen dan menjelma menjadi warisan.
Jika selama ini orang lebih banyak mengidentikkan golf sebagai olahraga kaum ‘The Have’ berbeda dengan Ciputra. Ia sangat percaya golf bukan olahraga khusus kalangan elit, tapi Ciputra melihat golf sebagai olahraga yang layak dan bisa dimainkan semua kalanngan.
Menurutnya, golf merupakan ruang pembentukan karakter, ajang pembuktian mental dan jalan menuju prestasi kelas dunia. Ciputra bahkan ingin agar anak-anak muda Indonesia bisa memiliki panggung mereka sendiri, tanpa harus menanti panggilan dari luar negeri. Karena itu Ciputra juga akrab dengan sejumlah rekan-rekan media di lapangan, semasa hidupnya.
Hal ini juga diungkapkan langsung menantu Ciputra, Budiarsa Sastrawinata yang merupakan pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation sejak 2020.
Yayasan ini berdiri hanya setahun selepas Ciputra berpulang pada 27 November 2019 dalam usia 88 tahun. “Pak Ciputra itu semasa hidupnya ingin agar banyak pegolf Indonesia bisa bersaing di tingkat Asia bahkan dunia,” jelas Budiarsa dalam sebuah kesempatan. Dan, lewat Yayasan itulah cita-cita besar Ciputra terus dihidupkan.
Warisan Ciputra pun diterjemahkan menjadi program nyata seperti: pelatihan di lapangan milik keluarga, bantuan finansial bagi yang menjalani latihan termasuk pembinaan karakter bagi para pegolf muda terpilih.

Warisan dari Ciputra ini terus terjalin mulus dari tahun ke tahun. Seperti turnamen golf Junior yang sudah ke-28 kalinya digelar pada 10-12 Juni 2025 di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta Utara.
Ajang ini merupakan turnamen golf junior internasional yang bergengsi di Indonesia dan pada penyelenggaraan yang ke-28 kalinya hadir dengan sponsor utama Bank Mandiri dengan tajuk ‘Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025’.
Adalah Rayhan Abdul Latief, satu-satunya pegolf junior putra yang mampu merebut trofi beruntun sejak tahun lalu dan tahun ini. Rayhan adalah atlet binaan Ciputra Golfpreneur Foundation berusia 18 tahun yang usai menjuarai event itu langsung terbang ke Amerika Serikat guna tampil di dua turnamen di sana sebelum melanjutkan kuliahnya di University of North Texas mulai Agustus ini.
Usai memenangkan divisi putra ‘Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025’ Juni lalu, Rayhan yang lantas sudah mengakhiri karir golfnya di persaingan Junior karena usia, sempat menyatakan rasa syukurnya karena bisa bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation yang banyak membantunya menjalani karir sebagai atlet golf hingga ia bisa sampai di titik ini.
“Ya, saya memang berusaha. Tapi, saya tak boleh lupa dan berterima kasih kepada Ciputra Golfpreneur Foundation yang sudah membantu saya mengembangkan karir golf saya hingga tingkat ini,” tutur Rayhan, remaja gesit dan pekerja keras ini.
Mimpi Besar Ciputra
Tak hanya di junior, warisan hebat Ciputra berlanjut juga di tingkat lebih tinggi yang akan terhampar di depan mata pada pekan mendatang.
Ya, Damai Indah Golf, BSD Course akan kembali menjadi tuan rumah pada gelaran Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 pada 20-23 Agustus 2025 nanti. Tentu saja, bukan hanya menjadi agenda event, tapi juga menjadi saksi hidup dari mimpi besar seorang Ciputra soal masa depan golf Indonesia.

“Pak Ciputra memang ingin agar banyak pegolf Indonesia mampu bersaing di tingkat Asia bahkan dunia. Ini yang harus kita gedor terus lewat warisan yang ia tinggalkan agar pegolf-pegolf nasional bisa terus berprestasi hingga tingkat dunia,” kata Budiarsa Sastrawinata.
Ciputra Golfpreneur Tournament benar-benar menjadi wujud kecintaan Ciputra terhadap olahraga golf. Bahkan hingga penyelenggaraan memasuki edisi ke-10 pekan depan, banyak pegolf yang mengakui ikut terangkat lewat ajang bergengsi Ciputra Golfpreneur Tournament ini.
Meski hingga gelaran edisi ke-10 belum ada pegolf Indonesia yang meraih juara, tapi Ciputra Golfpreneur Foundation keukeh akan terus menyelenggarakan turnamen ini sebagai warisan abadi Ciputra yang terus bemain golf sepanjang hidupnya guna membangun relasi dan melebarkan visi bisnisnya.
Ciputra sendiri berkenalan dengan golf bukan lantaran tren atau gaya hidup semata. Tapi, lebih kepada kebutuhan akan ruang untuk berpikir. Dalam tekanan kerja dan bebannya sebagai pimpinan bisnis property besar, Ia kerap mencari sarana guna menyegarkan pikiran agar tetap produktif.
Karakter golf yang tenang tapi penuh strategi, jadi pilihan yang sempurna. Awal mengenal golf, Ciputra memang masih merasa asing. Tapi, sebagaimana ia mampu melewati kerasnya persaingan di dunia property, Ciputra pun menyambut tantangan bermain golf dengan sabar dan semangat belajar yang membara.
Lantas, saat Ciputra bermain golf secara rutin, ia bisa memahami potensi besar dari olahraga ini dalam konteks jaringan bisnis. Di lapangan golf, Ciputra bisa lebih punya waktu berlama-lama dengan sejumlah pebisnis dan pengusaha di tanah air. Di lapangan golf pula mereka bebas bercerita soal apa saja.
Semangat Ciputra ini yang akhirnya mendasari terrciptanya Ciputra Golfpreneur Tournament sejak 2014 hingga Yayasan Ciputra Golfpreneur Foundation pada 2020.
Juara All England delapan kali, Rudy Hartono yang ditemui dalam kesempatan temu media jelang Ciputra Golfpreneur Tournament 2025 di Damai Indah Golf pun mengaku senang dan bangga melihat perkembangan golf di tanah air belakangan ini.

“Pak Ci (putra) membuahi semuanya lewat Ciputra Golfpreneur Tournament hingga berdirinya Ciputra Golfpreneur Foundation membuat Golf berkembang dengan pesat dan menjadi olahraga kebanggaan anak-anak muda belakangan ini. Salut dan bangga,” tutur Rudy Hartono menutup obrolan pendek itu.
Impian Kevin Akbar, Binaan Ciputra Golfpreneur Foundation
Ketika pertama kali digelar pada 2014, Ciputra Golfpreneur Foundation memberi hadiah sebesar 100 ribu dollar AS. Tahun berganti tahun, hadiah pun terus meningkat hingga pada penyelenggaraan edisi ke-10, 20-23 Agustus 2025 ini, hadiah terus membengkak hingga sudah mencapai Rp. 2,4 Miliar.
Pegolf professional Indonesia Kevin Caesario Akbar yang dipastikan akan turun di Ciputra Golfreneur Tournament 2025 nanti pun sudah menyimpan ambisi menjuarai turnamen ini. Jelas Kevin merasa tertantang dengan hadiah fulus yang disuguhkan. Tapi, lebih dari itu, ia juga menyimpan mimpi bisa menjuarai turnamen yang merupakan bagian dari kalender Asian Development Tour (ADT) ini.
“Saya juga ingin membayar kepercayaan Ciputra Golf Foundation, Yayasan yang selama ini sudah mendukung karir golf saya. Damai Indah Golf juga merupakan home course saya jadi tak salah kan kalau saya punya impian itu. Terima kasih juga kepada Ciputra Gplfpreneur Foundation yang selama ini mendukung karir saya,” tutur Kevin bangga. (Non)