balitribune.co.id | Denpasar - Anggota Komisi IX DPR RI, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani mengapresiasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang secara nyata menjawab kebutuhan masyarakat. Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong membantu keluarga beresiko stunting melalui pemberian bantuan gizi, pendampingan, serta kepedulian sosial bedah rumah.
"Program ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan gerakan kemanusian yang melibatkan seluruh masyarakat. Sehingga pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang setulus - tulusnya kepada seluruh orang tua asuh yang telah berdonasi dan menjadi bagian dari program GENTING ini. Bantuan yang diberikan mungkin sederhana nilainya, tetapi sangat besar maknanya bagi tumbuh kembang anak - anak Indonesia. Kepedulian Bapak dan Ibu merupakan investasi terbaik untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas," ujar Kusuma Wardhani pada peringatan Harganas ke 33 Tahun 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Rabu 09 Juli 2026.
Dikatakannya, program prioritas ke dua, yaitu Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mengingatkan kita bahwa keberhasilan pengasuhan anak tidak hanya menjadi tugas ibu. Sosok ayah memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik, pelindung, sahabat, dan sekaligus teladan dalam keluarga.
"Saya menyambut baik gerakan nasional "Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah". Gerakan sederhana ini memiliki makna yang sangat dalam. Kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah anak memberikan rasa aman, membangun kepercayaan diri anak, sekaligus menciptakan kenangan indah yang akan mereka ingat sepanjang hidupnya. Semoga gerakan ini menjadi budaya baru yang memperkuat kedekatan emosional antara seorang ayah dengan anaknya," ungkapnya.
Selanjutnya program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), sebagai bentuk komitmen negara dalam memastikan anak - anak Indonesia memperoleh pengasuhan yang aman, berkualitas, ramah anak dan mendukung tumbuh kembang mereka, terutama bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja.
"Pengasuhan yang baik pada masa keemasan kehidupan akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia di masa depan," kata anggota DPR RI dari Bali ini.
Dan ke empat adalah program Lansia Berdaya (SIDAYA) yang menjadi bentuk penghormatan negara kepada para Lanjut Usia (Lansia). Lansia bukanlah beban pembangunan, tetapi aset bangsa yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, serta potensi untuk tetap produktif. Melalui program SIDAYA ini, kita ingin memastikan para Lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan sejahtera sehingga dapat terus berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
"Hari ini sangat menyetuh hati saya sebagai mitra kerja Komisi sembilan DPR RI dengan BKKBN. Di tengah ekonomi dunia yang sedang tidak baik - baik saja, tetapi BKKBN sampai ke pelosok - pelosok mampu terus lakukan program ini dengan anggaran yang minim," ujarnya.
Kusuma Wardhani juga mengapresiasi program "Ayah Antar Anak ke Sekolah" pada hari pertama tahun ajaran baru. Program ini akan membangkitkan rasa empati kita di dalam keluarga karena lahirnya kasih sayang dalam keluarga itu sendiri.
"Pertumbuhan putra - putri kita adalah kasih sayang dalam keluarga. Mungkin selama ini ayahnya sibuk atau fokus mencari nafkah, tetapi dengan mengantar anaknya hari pertama masuk sekolah menunjukan kasih sayang dari seorang ayah. Dan ini maknanya sangat luar biasa sekali karena ayahnya tetap peduli di tengah kesibukannya mencari nafkah untuk keluarga," pungkasnya.


















































