Bali Tribune / PENATAAN - Situasi Terminal Pesiapan saat ini yang sudah rata dengan tanah seiring proyek penataan yang sedang berlangsung sejak awal Juni 2026.
balitribune.co.id I Tabanan – Operasional layanan angkutan di Terminal Pesiapan pindah sementara ke Jalan Pulau Nias. Perpindahan ini dilakukan menyusul berlangsungnya kegiatan penataan kawasan terminal yang sudah berjalan sejak awal Juni 2026 lalu. Di sisi lain, perpindahan sementara ini juga untuk memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan seperti biasanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menyatakan bahwa pengalihan arus dan lokasi mangkal angkutan ini hanya bersifat sementara. Dengan perpindahan sementara ini, aktivitas sopir angkutan dan penumpang memiliki ruang yang aman selama alat berat dan pekerja proyek beraktivitas di area Terminal Pesiapan. “Selama proses pembangunan, operasional terminal dialihkan. Untuk layanan Transmetro sementara berputar di Jalan Pulau Nias,” ujar Dian Setiawan pada Senin (29/6/2026).
Sementara itu, kegiatan penataan Terminal Pesiapan untuk sementara ini sudah melampaui target sesuai kontrak. Ini seperti diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tabanan, I Gde Partana, secata terpisah. Dari hasil evaluasi mingguan, program penataan sudah mencapai 9,9 persen dari rencana awal yang ditargetkan sebesar 7,79 persen pada Juni 2026.
Karena itu, pihaknya optimis proses penataan Terminal Pesiapan berjalan sesuai target yang ditentukan. Sehingga pihaknya juga optimis terminal itu bisa beroperasi kembali dengan tampilan anyar pada awal tahun depan. “Target rampung Desember 2026,” imbuhnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh bangunan lama di kawasan Terminal Pesiapan kini sudah rata dengan tanah. Sejumlah alat berat dan kru lapangan sudah mulai berfokus pada tahapan pemasangan pondasi utama bangunan sebagai fondasi awal struktur terminal yang baru. Dalam rancangan barunya, Terminal Pesiapan akan mengusung konsep zonasi yang lebih rapi selain tetap mengutamakan fungsi utamanya dalam urusan tranportasi publik di bagian depan.
Sementara konsep zonasi tersebut berlaku untuk fungsi tambahannya yakni pasar tematik seperti kuliner hingga hobi. Sisi utara terminal akan dimanfaatkan untuk area pedagang bermobil dan Bagian tengah dimanfaatkan untuk Pasar Senggol yang beroperasi selama 24 jam penuh.


















































