Rencana 'Regrouping' Dua SD, Disdik Tabanan Tunggu SK Bupati

16 hours ago 10

rusak

Bali Tribune / RUSAK - Kondisi bangunan SDN 2 Sembung Gede di Kecamatan Kerambitan yang rusak dan rencananya hendak digabung atau regrouping.

balitribune.co.id I Tabanan - Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan memastikan rencana penggabungan atau regrouping dua sekolah dasar (SD) di tahun ini dilakukan setelah ada dasar hukumnya.

Saat ini Disdik Tabanan masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati. Selama payung hukum itu belum turun, para murid di dua SD yang hendak digabung itu belajar seperti biasa.

Disdik Tabanan memastikan proses penggabungan dua SD itu tidak dilakukan secara mendadak. Rencana regrouping itu sendiri akan dilaksanakan pada SDN 2 Sembung Gede di Kecamatan Kerambitan dan SDN 1 Selabih di Kecamatan Selemadeg Barat. Pemerintah menegaskan bahwa proses integrasi baru akan berjalan efektif secara administrasi maupun fisik setelah keputusan resmi ditandatangani oleh pimpinan daerah.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Disdik Tabanan, Made Sukanitera, menekankan bahwa stabilitas kegiatan belajar menjadi prioritas utama selama masa transisi ini. Pihaknya menjamin tidak akan ada gangguan pada hak pendidikan murid meski rencana penggabungan sudah dipetakan. "Untuk saat ini murid masih tetap belajar di sekolah lama. Nanti setelah SK sudah keluar baru dilakukan penggabungan," ujar Sukanitera pada Senin (20/7/2026).

Langkah penggabungan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi terhadap jumlah murid di kedua sekolah tersebut yang dinilai sangat minim di seluruh jenjang angkatan. Kondisi ini dianggap tidak ideal untuk menunjang efektivitas proses pembelajaran bagi para murid.

Selain faktor jumlah murid, kondisi infrastruktur bangunan juga menjadi pertimbangan krusial bagi otoritas pendidikan di Tabanan. Bangunan sekolah yang sudah tua atau mengalami kerusakan fisik mendorong pemerintah untuk menyatukan aktivitas belajar ke lokasi yang lebih layak dan aman. Terkait keberlanjutan program ini, Disdik Tabanan menyatakan belum memiliki rencana untuk menambah daftar sekolah yang akan digabung pada tahun depan.

Pemerintah memilih untuk tetap fokus melakukan kajian serta penilaian teknis secara menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang dinilai berpotensi. "Evaluasi akan dilakukan secara bertahap sebelum pemerintah memutuskan penambahan sekolah yang akan digabung pada masa mendatang," pungkasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan