Perkuat Pesisir Bali, BLDF Tanam 15.000 Mangrove

1 hour ago 4

Bali Tribune / PELESTARIAN - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF)menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir dengan menanam 5.000 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Pemogan, Bali, Rabu (2/9/2026)

balitribune.co.id | Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir dengan menanam 5.000 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Pemogan, Bali, Rabu (2/9/2026).

Penambahan ini melengkapi 10.000 bibit yang telah ditanam pada tahap sebelumnya, sehingga total bibit mangrove yang berhasil ditanam BLDF di kawasan tersebut kini mencapai 15.000 batang. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum perkenalan fasilitas Living Laboratory Mangrove sebagai pusat pembelajaran dan penelitian lingkungan pesisir.

Direktur Komunikasi Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis bersama Pemerintah Provinsi Bali, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara, civitas akademika, 50 mahasiswa Universitas Udayana, serta konten kreator lingkungan Ananda Priantara.

"Melalui pendekatan ini, mangrove tidak hanya ditanam dan dirawat, tetapi juga dipelajari. Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang tumbuhnya pengetahuan, kolaborasi, dan inovasi dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan," ujar Mutiara.

Komitmen BLDF dalam memulihkan ekosistem pesisir telah dirintis sejak 2008 melalui program Djarum Trees For Life (DTFL). Hingga 2021, lebih dari satu juta pohon mangrove telah tertanam di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. Khusus di kawasan Pemogan, kolaborasi bersama Pemprov Bali ini telah berlangsung sejak 2022 guna memperkuat pertahanan ekologis dan memitigasi dampak perubahan iklim.

Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai Bali, I Putu Agus Juliartawan, mengapresiasi sinergi yang konsisten terjalin dengan BLDF. Menurutnya, mangrove memegang peranan vital yang tidak tergantikan oleh infrastruktur buatan dalam menahan abrasi dan menjaga keseimbangan alam.

"Mangrove menjadi salah satu solusi penting untuk mempertahankan bahkan memperluas daratan. Menjaga, memelihara, dan melindunginya adalah kewajiban kita bersama," tegas Agus.

Sebagai destinasi wisata dunia yang mengusung prinsip pariwisata berkelanjutan, Bali saat ini mengelola kawasan mangrove seluas lebih dari 3.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai habitat flora dan fauna serta benteng pelindung garis pantai, tetapi juga sebagai penyimpan karbon guna mendukung masa depan pariwisata hijau di Pulau Dewata.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan