Bali Tribune / foto bersama usai acara tatap muka bersama Forum Perbekel Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (28/8/2026)
balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Intelkam Polda Bali memperkuat sinergi dengan para perbekel se-Bali guna menekan potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Langkah kolaboratif ini ditekankan melalui sistem kewaspadaan dini berbasis desa demi menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Bali.
Hal tersebut mengemuka dalam acara tatap muka bersama Forum Perbekel Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (28/8/2026). Plt. Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Bali, Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas peran aktif para perbekel sebagai pemimpin di tingkat grassroot yang berbatasan langsung dengan masyarakat.
"Kami berharap kolaborasi dan konsistensi kerja sama dari para pemimpin desa tetap terjaga dengan baik untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Bali," ujar Kompol Ni Luh Komang.
Berdasarkan data kepolisian, tren kejahatan C3 (pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor) menunjukkan fluktuasi sepanjang 2026. Angka laporan sempat berada di angka 83 kasus pada Januari, turun hingga 35 kasus pada April, namun kembali melonjak drastis mencapai 89 kasus pada Juni, sebelum melandai menjadi 40 kasus pada Agustus.
Catatan kepolisian menunjukkan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) paling mendominasi di Buleleng, sementara pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) tertinggi tercatat di wilayah Denpasar. Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dini agar potensi kriminalitas tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Kabag Pemberdayaan Desa Provinsi Bali, I Gede Made Dwipayaba, S.I.P., M.AP., menambahkan bahwa stabilitas Kamtibmas berjalan linier dengan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Kehadiran perbekel di tengah warga dinilai krusial untuk memetakan potensi kerawanan secara dini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Perbekel Provinsi Bali, I Gede Pawana, S.Ag., M.Fil.H., menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran seperti pemotongan dana desa, para perbekel tetap memaksimalkan peran Satlinmas di setiap desa demi menjaga keamanan wilayah masing-masing.
"Prinsipnya, apa pun yang menjadi tugas, kami tetap berusaha maksimal menjaga keamanan. Kami berkomitmen mengajak seluruh perbekel di Bali untuk bersinergi aktif bersama kepolisian sebagai langkah preventif menjaga ketertiban umum," pungkas Gede Pawana.

















































