PINTU Luncurkan Futures Lite, Permudah Trading Derivatif Crypto di Indonesia

5 hours ago 7

SHNet, Jakarta — PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan penyedia platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan Pintu Futures Lite, fitur trading derivatif crypto dengan tampilan sederhana dan alur transaksi minimalis di aplikasi PINTU.

Kehadiran Pintu Futures Lite menjadi bagian dari strategi PINTU untuk memperluas adopsi trading derivatif crypto di Indonesia dengan mengedepankan kemudahan, kenyamanan, sekaligus pengelolaan risiko. Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya minat terhadap instrumen investasi aset crypto.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan Pintu Futures Lite dirancang sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin mengenal trading derivatif crypto dengan leverage.

“PINTU menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif crypto menggunakan leverage. Melalui Pintu Futures Lite, trader dapat membuka posisi Long atau Short dalam tiga langkah dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko,” ujar Andy.

Menurutnya, fitur tersebut dilengkapi sejumlah instrumen manajemen risiko, seperti Isolated Margin, Take Profit (TP), dan Stop Loss (SL). Kehadiran Futures Lite diharapkan menjadi jembatan bagi pengguna yang ingin mengenal trading derivatif secara lebih sederhana, sekaligus menjadi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan pengalaman trading lebih advanced melalui Pintu Futures Pro.

Tiga Langkah

Pintu Futures Lite mengusung antarmuka yang sederhana sehingga pengguna dapat membuka posisi hanya melalui tiga langkah.

Pertama, pengguna memilih arah posisi Long apabila memperkirakan harga aset akan naik atau Short apabila memperkirakan harga akan turun.

Kedua, pengguna memasukkan jumlah margin dan menentukan besaran leverage melalui slider. Leverage yang tersedia mencapai maksimal 25 kali dari modal awal, sehingga pengguna dapat menyesuaikannya dengan tingkat toleransi risiko masing-masing.

Ketiga, setelah posisi terbuka, pengguna dapat memantau status posisi secara real-time dan langsung mengatur Take Profit serta Stop Loss melalui halaman detail posisi aktif.

Alur tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih sederhana bagi pengguna, khususnya mereka yang baru pertama kali mengenal instrumen derivatif crypto berbasis leverage.

“Kombinasi leverage yang dapat disesuaikan, manajemen risiko otomatis, dan tampilan single-screen yang sederhana menjadi keunikan tersendiri dari fitur Pintu Futures Lite di tengah lanskap trading derivatif crypto di Indonesia,” kata Andy.

Ia menilai kemudahan tersebut dapat membantu memperluas pemahaman sekaligus mendorong inklusi masyarakat terhadap trading derivatif crypto.

Pasar Derivatif Terus Tumbuh

Potensi pasar derivatif crypto juga terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan secara global. Berdasarkan laporan 2026 Q2 Crypto Industry Report dari CoinGecko, volume perdagangan derivatif crypto global pada kuartal II 2026 mencapai US$12,7 triliun.

Angka tersebut jauh melampaui perdagangan spot yang pada periode yang sama tercatat sekitar US$1,95 triliun.

Di Indonesia, data Bursa Kripto CFX menunjukkan perdagangan pasar derivatif hingga April 2026 telah mencapai Rp4,4 triliun.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya ruang bagi perdagangan derivatif crypto di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi platform perdagangan untuk menghadirkan produk yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Andy menegaskan, PINTU optimistis Pintu Futures Lite dapat membantu masyarakat mengenal instrumen derivatif secara bertahap dan bertanggung jawab.

“Kami optimis kehadiran Pintu Futures Lite dapat mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia memahami instrumen derivatif crypto secara bertahap dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ke depan, PINTU juga akan terus mengembangkan fitur edukasi terintegrasi serta memperluas pilihan aset yang dapat diperdagangkan melalui Pintu Futures Lite. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman trading dan investasi crypto yang mudah dan aman.

Namun, Andy mengingatkan bahwa trading futures dengan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Karena itu, pengguna diimbau melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin sebelum melakukan transaksi.

“Trading futures dengan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Kami selalu mengimbau pengguna untuk melakukan riset mandiri atau DYOR serta selalu mengelola risiko dengan baik sebelum bertransaksi,” tutup Andy. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan