Bali Tribune / Kabag Teknik PDAM Tirta Danu Arta Bangli, I Wayan Gunawan.
balitribune.co.id I Bangli - Memasuki musim kemarau debit air di sumber mata air yang dimanfaatkan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli sejauh ini masih aman. Sementara menginjak musim kemarau kebutuhan air khususnya di kecamatan KIntamani alami peningkatan.
Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bnagli, I Wayan Gunawan mengatakan untuk pendistribusian air PDAM Bangli memanfaatkan 22 sumber mata air yang tersebar di empat kecamatan. Kata Gunawan melihat karakteristik sumber mata air di Bangli saat musim kemarau kondisinya cukup baik. Debit sumber mata air secara umum tidak mengalami penurunan. “Sejauh ini debit air di sumber mata air yang kita manfaatkan masih aman atau tidak alami penurunan,” ujar Wayan Gunawan, Kamis (20/8/2026).
Menurut Gunawan walaupun debit air masih aman kebutuhan air pelanggan dipastikan meningkat saat musim kemarau, khususnya di Kecamatan Kintamani. Pelanggan yang memiliki area pertanian menggunakan air lebih banyak dari biasanya. "Saat musim kemarau, pemenuhan lahan air untuk pertanian mengandalkan air PDAM, sehingga terjadi peningkatan kebutuhan air hingga 10 persen" jelasnya.
Kata Wayan Gunawan peningkatan kebutuhan saat musim kemarau ini membuat pendistribusian air di Kintamani harus diatur lebih ketat. Pengaturan dilakukan agar pasokan air tetap dapat menjangkau pelanggan secara merata. Sumber utama untuk pelayanan pelanggan di Kintamani adalah mata air Pebini di Desa Catur. Sumber mata air ini memiliki debit sekitar 35 liter per detik. Dalam kondisi normal, pelanggan yang mencapai 6.000 di Kintamani mendapat aliran air setiap dua hari sekali. Sekali dialirkan, air dapat mengalir hingga sekitar 12 jam.
Saat musim kemarau, pola distribusi tetap dilakukan setiap dua hari sekali. Durasi aliran dapat berkurang menjadi sekitar sembilan jam karena air lebih cepat habis akibat meningkatnya pemakaian. “Jelas pendistribusian harus diatur karena air sumber mata air Pebini sebagai sumber mata air utama debitnya 35 liter per detik,” ujarnya.
Selain mengandalkan sumer mata air air Pebini, PDAM sebenarnya memiliki sumber mata air di wilayah Lembean, Kintamani. Namun, kapasitas sumber tersebut terbatas sehingga hanya mampu melayani pelanggan di tiga desa, yakni Lembean, Bunutin, dan Manikliyu. Sementara untuk pemenuhan pemakaian air di Kecamatan Bangli, Susut dan Tembuku, Gunawan memastikan masih stabil. Tidak terpengaruh musim kemarau.

















































