Bali Tribune / TERNAK BABI - Peternakan Babi di Kabupaten Badung.
balitribune.co.id I Mangupura - Menjelang Hari Raya Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung memastikan ketersediaan stok babi untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi. Fokus pengawasan saat ini tidak hanya pada ketersediaan stok, tetapi juga memastikan ternak yang akan dikonsumsi masyarakat bebas dari penyakit, khususnya African Swine Fever (ASF).
Untuk mengantisipasi penyebaran ASF, Disperpa Badung menyiapkan sebanyak 172 personel gabungan yang akan turun langsung ke lapangan pada 14–16 Juni 2026. Tim tersebut terdiri dari 72 petugas Disperpa Badung dan 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang akan melakukan pemantauan kesehatan ternak di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disperpa Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra, mengatakan langkah pengawasan dilakukan secara intensif guna memastikan ternak babi yang beredar menjelang Galungan tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, petugas juga terus memberikan edukasi kepada para peternak terkait bahaya ASF. Sosialisasi difokuskan pada penerapan biosekuriti di kandang, penggunaan desinfektan, serta langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit yang dapat mengancam populasi babi.
“Upaya pencegahan terus dilakukan melalui edukasi kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, penerapan biosekuriti, dan desinfeksi secara rutin,” ujarnya.
Tak hanya memantau ternak babi, tim gabungan juga akan melakukan pengawasan terhadap populasi ternak lainnya. Untuk ternak sapi, populasi terbesar di Kabupaten Badung saat ini tersebar di Kecamatan Petang, Abiansemal, dan Mengwi.
Disperpa menegaskan ketersediaan babi di Badung masih sangat mencukupi karena daerah ini memiliki banyak peternak babi, baik skala usaha maupun peliharaan masyarakat. Kondisi tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama rangkaian Hari Raya Galungan.
Berdasarkan data sebelumnya, kebutuhan babi saat Galungan diperkirakan tidak mengalami peningkatan signifikan. Estimasi tersebut mengacu pada jumlah pemotongan babi pada perayaan Galungan sebelumnya yang mencapai 2.413 ekor.
Pemerintah Kabupaten Badung berharap langkah pengawasan yang dilakukan dapat menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah munculnya kasus ASF, sehingga masyarakat dapat merayakan Galungan dengan aman dan nyaman.

















































