1,4 Juta Unit Kendaraan Beredar di Denpasar

2 hours ago 3

Macet di Denpasar

Bali Tribune / MACET - Kondisi Lalin di Kota Denpasar semakin macet dampak dari peningkatan jumlah kendaraan.

balitribune.co.id I Denpasar - Ruas jalan yang minim tak sebanding dengan terus meningkatnya volume kendaraan yang beraktivitas setiap harinya, ditambah masih rendahnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik, membuat kepadatan lalu lintas terus terjadi setiap harinya di Kota Denpasar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, mengatakan jumlah kendaraan yang beredar di wilayah Denpasar saat ini telah mencapai sekitar 1,4 juta unit. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk Denpasar yang berada di kisaran 800 ribu jiwa.

Menurut Sriawan, tingginya jumlah kendaraan juga tercermin dari rasio kepemilikan kendaraan dalam rumah tangga. Rata-rata satu rumah tangga di Denpasar memiliki sekitar dua hingga tiga kendaraan. Kondisi tersebut membuat penanganan kemacetan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan dan pelebaran infrastruktur jalan. Dishub Denpasar kini mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi.

"Harapan kami bisa mengubah perilaku sekarang. Artinya, model yang diterapkan di Jalan Danau Tamblingan Sanur misalnya, perilaku masyarakat mulai kita ubah dengan menyiapkan armada shuttle dan infrastruktur penunjangnya," ujar Sriawan, Selasa (18/8/2026).

Lanjutnya, penataan kawasan perkotaan, termasuk pelebaran trotoar yang dilakukan Pemkot Denpasar, tidak semata-mata bertujuan memperbaiki tampilan maupun infrastruktur kota. Penataan tersebut juga diarahkan untuk mendorong masyarakat berjalan kaki, khususnya untuk perjalanan dengan jarak yang relatif dekat.

Selain berjalan kaki, pemerintah juga menyiapkan alternatif mobilitas lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Salah satunya melalui pengembangan transportasi berbasis kawasan. Seperti kawasan Sanur yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ).

Untuk diketahui, Denpasar menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai kawasan rendah emisi. Sebagai tindak lanjut regulasi tersebut, Dishub Denpasar tengah menyiapkan sejumlah rencana aksi daerah. Layanan shuttle yang saat ini telah beroperasi di koridor Jalan Danau Tamblingan menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

Ke depan, Dishub juga membidik penerapan layanan bike sharing di kawasan Sanur. Skema ini diharapkan dapat menjadi pilihan mobilitas bagi masyarakat maupun wisatawan setelah memarkir kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan.

"Nanti kita ikuti dengan rencana aksi daerah. Misalnya sekarang ada shuttle di Tamblingan, tahun depan paling tidak ada bike sharing. Jadi masyarakat maupun wisatawan parkir di kantong parkir Mertasari, lalu mobilitas lanjutannya bisa naik shuttle atau naik sepeda untuk mengurangi kapasitas kepadatan jalan," jelas Sriawan.

Melalui penyediaan shuttle, fasilitas pejalan kaki, hingga rencana bike sharing, Pemkot Denpasar berupaya membangun pola mobilitas yang tidak sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi. Perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci untuk menekan kepadatan lalu lintas di tengah jumlah kendaraan yang terus bertambah. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan